Keamanan
informasi merupakan salah satu aspek penting bagi suatu organisasi, sehingga
ini menjadi prioritas tim TIK MAN Pangkalan Balai (manpaba) dalam penyusunan
Rencana Strategis (rentsra) Manpaba 2014-2019.
Hal tersebut
sebagaimana diungkapkan tim TIK manpaba Lusi Suryadi, S. Pd ketika mengikuti
pelatihan penyusunan Renstra di manpaba yang berlangsung tanggal 26, 28, dan 29
April di Kampus manpaba.
Menurutnya,
prioritas tim TIK lima tahun kedepan antara lain, pemantapan kembali
implementasi Free Open Source Software (FOSS), penerapan Sistem Manajemen
Keamanan Informasi (SMKI), penerapan system data elektronik (e-data), dan optimalisasi
pelayanan public, ujarnya.
Dalam tahun ini,
tim TIK manpaba focus pada implementasi FOSS, optimalisasi pelayanan public
melalui website, dan penerapan system data elektronik dengan menerapkan dokumen
protable, jelasnya.
Mengenai dokumen
portable ini, Guru Fisika dan TIK manpaba ini mengungkapkan bahwa penerapan
system ini telah diatur pemerintah melalui peraturan Menkominfo nomor 7 tahun
2013 tentang Pedoman Penerapan Interoperabilitas Dokumen Perkantoran Bagi
Penyelenggara Sistem Elektronik untuk Pelayanan Publik, dan Keputusan Kepala
Badan Standar Nasional Nomor 41/KEP/BSN/4/2011 tentang Penetapan SNI Format
Dokumen Terbuka untuk aplikasi perkantoran, ungkapnya.
Pengamanan
dokumen ini sangat penting, terutama yang menyangkut kebijakan pimpinan
instansi, untuk itu kedepan manpaba telah merancang pembuatan Server Dokumen
dan system data elektronik menggunakan dokumen portable, pungkasnya.
Senada dengan
hal itu, Kepala Manpaba Hazdi, S. Pd melalui Waka Sarana Manpaba Drs. Jahri, M.
Si mengungkapkan bahwa TIK merupakan salah satu perangkat yang penting bagi
suatu instansi pada masa yang akan datang, sehingga kekuatan IT suatu lembaga
akan mencerminkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada public, maka dari
itu kita prioritaskan IT ini di manpaba, ungkapnya.
Kita
mengapresiasi upaya tim TIK ini, terutama penggunaan dokumen portabel, hal ini
tentunya akan lebih menghemat anggaran karena semua dokumen dalam bentuk
digital, juga kita turut berperan menyukseskan gerakan TIK ramah lingkungan “Green
ICT”, tutup Jahri.(TM).