Pangkalan Balai – Humas.
Dalam rangka mewujudkan ketertiban dan kedisiplinan
di lingkungan MAN Pangkalan Balai (manpaba), sabtu (16/2) kemarin, tim yang
dikomandoi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Hj. Rozalina, S. Ag
menggelar razia ketertiban dan kedisiplinan siswa.
Razia ini dilakukan pada waktu senam pagi, lebih
kurang satu jam 18 kelas disisir oleh tim yang terdiri dari Wakil Kepala
Madrasah, Pembina OSIS dan dewan guru manpaba. Dari hasil penyisiran ini
didapatkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, diantara pelanggaran
terbanyak adalah membawa perangkat komunikasi telepon seluler (ponsel).
Waka Kesiswaan Hj. Rozalina, S. Ag ketika memimpin
razia ini mengatakan bahwa razia ini ditujukan untuk mengantisipasi hal-hal
yang tidak diinginkan seperti siswa membawa rokok, farfum berbau tajam, konten
pornografi, dan hal-hal lainnya yang sudah ditetapkan dalam tata tertib siswa,
ujarnya.
Untuk siswa yang terjaring, lanjut Rozalina akan
diberikan sanksi sebagaimana tercantum dalam tata tertib siswa berupa point
pelanggaran, juga orang tua siswa tersebut akan kita panggil, kita ingin
mengkomunikasikan pelanggaran anak tersebut dengan orang tuanya, karena
penanganan siswa bermasalah tidak cukup hanya di sekolah saja, tambahnya.
Mengenai point yang didapatkan siswa akibat
pelanggaran tata tertib ini, guru matematika ini mengatakan, jika siswa
memiliki point 25 panggilan pertama orang tua, jika point mencapai 50 panggilan
kedua, selanjutnya panggilan ketiga jika point 75, namun jika sudah panggilan
ketiga tidak ada perubahan, maka siswa yang bersangkutan jika mencapai point
100 akan dikeluarkan dari madrasah, jelas Roza.
Manpaba melakukan pelarangan membawa HP bagi siswa
agar lebih konsentrasi dalam belajar, mengenai alasan untuk menghubungi orang
tua, madrasah telah menyiapkan telepon madrasah untuk digunakan siswa, sehingga
tidak ada kendala dalam hal komunikasi.
Disisi lain penggunaan HP bagi pelajar, lebih
banyak mudhorotnya dibandingkan manfaatnya, hal ini karena banyak siswa berbuat
asusila menggunakan perangkat elektronik pintar ini. Banyak kasus yang terjadi
di Negara kita, dimana pelajar merekam adegan porno dan mengunggahnya di
internet, dan bahkan mentransper film-film porno lewat perangkat HP menggunakan
Bluetotooth.(LS).