Pangkalan Balai, Humas.
Keseriusan dan Komitmen MAN Pangkalan Balai
(manpaba) dalam penggunaan perangkat lunak legal di lingkungan manpaba, memang
tidak diragukan lagi. Sejak akhir tahun 2011 lalu, manpaba telah memulai proses
migrasi perangkat lunak, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Manpaba Hazdi, S.
Pd dihadapan dewan juri Lomba Satker Open Source Award (SOSA) 2013 tingkat
Provinsi Sumatera Selatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera
Selatan, kamis (19/12).

Banyak hal yang diperoleh lanjut Hazdi, dengan
menggunakan software ini kita tidak hanya mendukung program pemerintah, akan
tetapi kita juga membantu penghematan anggaran negara yang diperuntukkan
pembelian perangkat lunak berbayar, jika kita komulatifkan seluruh satker
membeli software berbayar ini, maka jumlahnya bahkan bisa milyar rupiah,
tambahnya.
Manpaba juga telah melaunching gerakan manpaba go
open source 2013 pada bulan Maret lalu, bertepatan dengan Dies Natalis ke-15
Manpaba. Di tahun 2014 mendatang, manpaba juga telah menyusun beberapa program
untuk melanjutkan penerapan open source ini kedepan, tentunya madrasah telah
menganggarkan dana setiap tahunnya untuk implementasi FOSS ini di manpaba.
“Semua kebijakan dan program yang kami laksanakan
tersebut adalah wujud komitmen kami dalam menerapkan penggunaan software yang
bebas bajakan”, papar Hazdi.
Atas semua yang telah dilaksanakan sejak akhir
tahun 2011 lalu, manpaba berhasil meraih penghargaan peringkat ke-3 lomba
Madrasah Open Source Software Award (2012) lalu, dan juga ikut serta pada ajang
Indonesia Open Source Award (IOSA) tahun 2013.(LS).