Untuk kali kedua MAN Pangkalan Balai (manpaba) akan
berlaga pada ajang Satker Open Source Award (SOSA), yang akan digelar oleh
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan pada 10-13 Desember
2013 mendatang.
Lomba SOSA ini telah diikuti oleh manpaba tahun 2012
lalu, dan mengantarkan manpaba meraih predikat sebagai juara ketiga bersama
dengan MAN lahat sebagai juara pertama dan MAN3 Palembang sebagai juara kedua.
Sebagai pemenang lomba dibidang Information
Technology (IT) khususnya pemberdayaan dan penggunaan perangkat lunak bebas
legal Free Open Source Software (FOSS), manpaba juga turut serta dalam ajang
Indonesia Open Source Award (IOSA) untuk kategori SLTA yang diselenggarakan
oleh Kominfo RI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Tahun ini manpaba kembali berkompetisi dengan
Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta dalam Wilayah Sumatera Selatan untuk ajang
SOSA ini, tim TIK kita juga sudah mempersiapkan instrument yang akan dipaparkan
dihadapan tim juri nantinya, ujar Kepala Manpaba Hazdi, S. Pd kepada tim News
Manpaba Sabtu (23/11) kemarin.
Untuk tahun ini, lanjut Hazdi, manpaba siap
bersaing dengan madrasah negeri dan swasta dari 17 kabupaten/kota, semoga tahun
ini madrasah kita dapat meraih prestasi lebih baik dari tahun lalu, atau
setidaknya prestasi kita tidak turun dari tahun lalu, pungkasnya.
Pengelolah TIK manpaba yang juga pengelolah
Laboratorium Komputer Manpaba Lusi Suryadi, S. Pd kepada tim News manpaba
mengatakan, sejak akhir tahun 2011 lalu manpaba sudah melakukan migrasi dari
perangkat lunak illegal kepada perangkat lunak legal, dan semua proses ini
didokumentasikan, diantaranya sosialisasi FOSS dan pelatihan FOSS itu sendiri,
ujarnya.
Guru Fisika dan TIK manpaba ini juga mengatakan,
bahwa perangkat lunak illegal itu sendiri sudah banyak bertebaran di Banyuasin
ini, diantaranya software OS Windows bajakan baik dikantor maupun dipakai
pribadi, untuk itulah guna mendukung program pemerintah menggunakan software
legal khususnya FOSS, manpaba telah mencanangkan gerakan “manpaba go open
source 2013”, tambahnya.
Manpaba bersama dengan Kantor Kementarian Agama
Kabupaten Banyuasin telah menerapkan penggunaan FOSS ini dengan menggunakan OS
Linux dengan berbagai distro diantaranya Ubuntu, Zorin OS, Linux Mint, Debian,
Feodora, dan distro linux lainnya yang kompatibel dengan spesifikasi computer yang
dipakai.(Tim).
